Saturday, 28 May 2016

Melankola Tengah Malam

Mendekati tengah malam, kemudian Tuhan mengirimkan sebuah drama yang harus aku nikmati. Tidak lelah untuk selalu bertanya kapan semua ini akan berakhir, entah gulana atau bahagia, yang terpenting semuanya berakhir.

Sejujurnya aku hampir lupa rasa sebenernya menangis, karena terkadang aku genggam semuanya sampai suatu ketika sedikit-demi sedikit terlepas , aku terlalu erat, menggenggam semua harapanku, hingga saat semuanya terbang, aku diam disini, terjatuh

Aku mungkin sedang dijauhkan dari bahagia..
sedang dipisahkan dengan beruntung ..
dan sedang diasingkan dari adil ..
sehingga disaat aku berteriak memanggil , mereka tidak mendengar, karena terlalu jauh , untuk di capai dan digapai

Aku benci dengan bisikan halus dan tepukan dipundak yang berkata " ayah mu tetap bisa melihatmu dari surga"

dan sekarang aku sedang berharap ayahku tidak melihat semua itu , anak gadis yang dibesarkan dengan kasih sayang, yang dijaga dari air mata yang menetes, yang dijaga dari semua mara bahaya kini hidupnya hancur sejadi-jadinya, dihancurkannya sendiri semuanya,

Bukan salah si A, bukan salah siapa siapa
Bukan salah dia , bukan salah mereka
ini semua murni kesalahan seorang gadis kecil yang salah jalan

Aku merasa dipundakku sudah terlalu berat , sampai kadang mati rasa, tanganku tak dapat bergerak 
tidak ada yang membantu , semua hanya menyaksikan dan menikmati drama Tuhan dalam duniaku

Empati Simpati
aku rasanya sudah mau mati 
sudah lupa caranya menangis, sudah lupa caranya meminta tolong, pun orang tidak ada yang mau menolong,
Tidak jarang aku dan drama ku justru makin jatuh terlalu dalam

Kini hanya tersisa aku dan bocah kecil bermata sayu , malu-malu , tanpa dosa
bersama ibunya yang membuat malu , dan penuh dosa
Aku hanya berharap semoga dosa itu bukan penyakit, dan malu itu tidak mematikan , sehingga bocah kecil kesayanganku ini masih bisa melihat indahnya dunia

Potong saja kaki ibumu ini, kemudian ikut bawa lari keliling dunia
Potong pula tangan ibumu ini, untuk menutup telinga dari semua dosa ibu yang diperbincangkan
tapi aku tidak bisa memberikan jantungku, karena sudah hilang dari lama, kuberikan pada seseorang yang sudah senantiasa kuberikan hati , kemudian mau dimakan pula jantung ibumu ini

Nak, bisa saja besok, atau bahkan 10 detik kedepan ibumu ini mati kaku dipelukanmu
yang harus kamu ingat , kamu punya ibu yang rela berdarah untukmu , dan ayah yang baik dan mengorbankan semuanya untukmu

Dramaku masih panjang Tuhan ? bisakah aku tau sedikit kapan dan bagaimana akhirnya ?