Wednesday, 21 May 2014

Jarak dan Ketakutanku


Kadang ingin marah , tapi kemudian semua nya terganti dengan sebuah senyuman merekah saat aku melihat dia sudah berada di depanku dengan satu buah mawar merah..
Rasanya , ingin mengulang waktu yang sama , haruskah aku merajuk lagi untuk mendapatkan itu semua?

Aku tidak pernah menyalahkan jarak, pun aku tidak pernah menyalahka Tuhan yang sudah mempertemukan kita setelah banyak pelabuhan tempatku berhenti sementara

Kenapa jarum jam tidak berdetik selama saat aku menanti hari dimana kita akan menjadi satu lagi ?

Kenapa semuanya terasa begitu cepat saat kita berdiri pada tanah yang sama disini ?

Lagi lagi aku tidak menyalahkan jarak , pun aku tidak menyalahkan kehidupan kita
Kita memang bersama , tapi tidak untuk apa yang ada didepan kita saat ini, kita ada di medan perang kita masing-masing , kenyataannya , kamu harus berlari mengejar mimpimu, aku pun, harus terbang sampai langit ke tujuh untuk sampai ditujuanku..

Hanya aku , atau kau pun seperti itu ? yang merasa seperti  sebuah batu yang besar menancap dihatimu, berat dan menyakitkan

Sekali lagi aku tidak menyalahkan jarak, tapi bolehkah aku sekali ini menyalahkan ketakutanku sendiri ?

Aku terlalu takut saat aku sendiri , iya sendiri, saat aku harus menghadapi apa yang ada didepanku , tanpa kamu
Aku takut saat aku terjatuh , aku hanya ingin kamu yang membuatku berdiri lagi 

Tapi , kamu disana , dan aku disini ..

Apakah kamu menikmati senja yang sama seperti yang aku nikmati bersama secangkir coklat ku ini ?
Apakah kamu merasakan hembusan angin bak surga yang aku rasakan diatas sini ?

Tentu saja, karena aku yakin saat aku harus terbang, kau pun terbang tepat disisiku , di dimensi yang sama, karena saat aku memejamkan mata , kau masih terlihat disana , terlihat nyata

No comments:

Post a Comment